SD 8150 Rilis Pada 4 Desember

Bertepatan dengan bulan terakhir tahun 2018 ini Qualcomm akan kembali merilis chip prosesor terbarunya yang akan mulai banyak digunakan untuk ponsel kelas atas terbaru nanti di tahun 2019 yang juga akan hadir dengan teknologi jaringan 5G terbaru. Pihak Qualcomm telah memberikan undangan kepada beberapa rekan dan juga para wartawan dari berbagai media yang terpercaya untuk hadir dalam perilisan chip terbaru mereka nantinya pada tanggal 4 desember mendatang.

Dalam undangannya Qualcomm juga mengikutsertakan perangkat VR dari Xiaomi yang juga terdapat data yang tersimpan didalam perangkat tersebut dengan berisikan daftar kegiatan dari perilisan chip terbaru tersebut nantinya. Jadwal yang diberikan oleh Qualcomm adalah yang pertama sekali para undangan harus sudah sampai dipulau Hawaii pada tanggal 3 desember nanti dan langsung dimulai dengan acara makan malam terlebih dahulu.

Kemudian mulai dari tanggal 4 desember hingga tanggal 6 desember Qualcomm akan membuka even yang sebenarnya tentang perilisan dari chip prosesor terbaru yakni Snapdragon 8150 Soc yang akan sanggup digunakan hingga pada teknologi jaringan 5G dan juga akan hadir dengan desain GPU terbaru yang menggunakan enam inti dengan pembagian dua inti berukuran besar untuk menopang kebutuhan kecepatan kinerja dan empat inti sedang yang akan berfungsi sebagai penghemat daya dalam prosesnya. GPU terbaru ini nantinya akan diberikan kode seri Adreno 640 dan telah dijamin oleh pihak Qualcomm akan menjadi 20% lebih hemat daya dari generasi sebelumnya. Sebagai acara penutupan even ini, Qualcomm akan mengadakan pesta selamat tinggal pada tanggal 7 desember diakhir semua acara yang ada.

USA Curigai Perangkat Huawei

Negara Amerika serikat sebelumnya telah melarang ponsel keluaran milik perusahaan ZTE untuk dijual ke pasaran Amerika yang dikarenakan bermasalah dalam hak paten ponsel milik ZTE tersebut. Kini negara tersebut kembali melarang ponsel milik perusahaan Huawei untuk masuk dan dijual di Amerika dengan alasan yang mengejutkan dan tidak terduga sebelumnya. Menurut laporan orang dalam bagian militer USA mengatakan bahwa akan sangat beresiko jika dalam sebuah negara ada yang menggunakan ponsel dari Huawei tersebut.

Begitu juga dengan laporan dari kepala bagian FBI Amerika mengatakan dengan sangat jelas jika Founder dari Huawei dengan nama Ren Zhengfei adalah mantan seorang former officer dari liberation army di negara China. Mereka sebenarnya hanya takut jika nantinya akan terjadi sebuah kebocoran data informasi melalui perangkat dari milik perusahaan Huawei tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa USA sebenarnya khawatir jika ponsel dari Huawei akan dijadikan sebagai alat untuk memata matai data informasi di negaranya sendiri.

Beberapa bulan sebelum dilakukannya larangan oleh negara Amerika sendiri, pihak dari negara Australia sudah terlebih dahulu melakukan larangan barang dari ZTE dan juga Huawei begitu juga termasuk batalnya penggunaan teknologi 5G yang sebelumnya akan menggunakan barang dari perusahaan Huawei. Saat ini pihak Amerika sudah mulai menghubungi pihak negara jerman, italy, jepang, dan yang lainnya agar tidak menggunakan produk dari Huawei sehingga dapat terhindar dari kejadian tercurinya data informasi dalam negara.