Proses Pergantian Kulit Manusia

Kulit manusia terdiri dari 3 lapisan utama, yaitu : epidermis, dermis dan hipodermis. Epidermis adalah lapisan kulit yang tahan air dan memiliki fungsi utama sebagai penghambat dari terjadinya infeksi pada tubuh. Dermis adalah lapisan kulit tepat di bawah lapisan epidermis yang berfungsi sebagai wadah/tempat bagi ujung-ujung syaraf perasa/peraba. Hipodermis adalah lapisan yang lebih dalam dari epidermis dimana hipodermis bukanlah lagi berbentuk kulit, namun bagian ini adalah bagian pelengkap dari kulit yang berfungsi untuk melekatkan kulit ke organ yang ada dibawahnya seperti tulang dan otot.

Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia sehingga kulit merupakan salah satu faktor utama dari penampilan dari seseorang. Ada banyak sekali gangguan atau penyakit yang bisa menyerang bagian kulit. Hal tersebut dapat sangat mengganggu penampilan. Salah satu yang paling sering terjadi adalah pengelupasan/pergantian kulit.

Pergantian kulit manusia terjadi karena adanya gangguan pada sel kulit sehingga menyebabkan sel kulit menjadi mati. Pergantian kulit adalah reaksi alami dari respon tubuh kita untuk mengganti sel-sel kulit mati dan menggantinya dengan sel kulit yang baru yang biasanya kita sebut dengan proses regenerasi. Pergantian kulit dapat terjadi karena banyak faktor namun dapat dibagi menjadi 2 faktor utama, yaitu : faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal pergantian kulit adalah faktor yang penyebabnya berasal dari dalam tubuh, misalnya : kesalahan genetika, masalah konsumsi, gagal adaptasi, patogen penyakit, dan sebagainya yang berdampak langsung pada imunitas tubuh. Sedangkan faktor eksternal misalnya : terpapar suhu ekstrim, terkena zat kimia, tergores, dan sebagainya. Kedua faktor tersebut dapat menimbulkan efek langsung pada permukaan kulit.

Gejala terjadinya kerusakan pada kulit dapat bervariasi, bisa berbentuk bintik, ruam, perubahan warna kulit, sampai pembengkakan. Untuk penanganan dari setiap gejala bisa berbeda-beda juga, sangat disarankan untuk konsultasikan kepada dokter spesialis jika ada gejal-gejala yang tidak wajar pada kulit anda.

Untuk menjaga agar kulit anda tetap sehat dan cerah merona sederhananya adalah jagalah pola konsumsi harian anda, latihan untuk menjaga imunitas tubuh anda tetap kuat, hindari paparan suhu yang terlalu panas atau dingin, hindari zat-zat berbahaya bagi kulit anda, jaga kebersihan tubuh anda, pakai supplemen atau produk untuk menjaga kesehatan kulit anda dan pastinya hati-hati dalam setiap aktifitas anda setiap hari.

Tanda & Gejala Kekurangan Vitamin C

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting bagi manusia. Vitamin C bekerja sebagai salah satu zat antioksidan di dalam tubuh manusia, memperbaiki sel tubuh yang rusak akibat radikal bebas. Pentingnya Vitamin C juga dapat terlihat jelas dari keberagaman produk Vitamin C yang dijual di pasaran lebih banyak dibandingkan dengan jenis Vitamin lainnya. Berikut tanda dan Gejala utama yang akan timbul di saat anda kekurangan Vitamin C.

1. Kulit terasa kasar
Vitamin C memiliki peran utama untuk menghasilkan collagen dalam tubuh, collagen adalah sejenis protein yang utamanya dibutuhkan untuk memperbaiki tisu jaringan tubuh manusia seperti kulit, persendian, tulang, syaraf/pembuluh dan rambut. Kekurangan Vitamin C akan membuat kulit anda terlihat kering dan terasa kasar.

2. Bercak merah pada pori-pori kulit
Pada pori-pori permukaan kulit terdapat banyak pembuluh darah yang kecil untuk mengalirkan nutrisi pada bagian/area disekitarnya tersebut. Di saat anda kekurangan Vitamin C akan menyebabkan syaraf aliran darah tersebut menjadi lemah dan mudah rusak. Hal ini akan berdampak munculnya bercak merah karena pembuluh darah yang rusak tepat dibawah lapisan permukaan kulit anda. Untuk kasus yang lebih parah jaringan tubuh anda akan mudah memar/lebam karena pembuluh darah yang rusak/bocor.

3. Luka yang sulit sembuh
Dikarenakan Vitamin C adalah salah satu zat pembangun bagi tubuh manusia. Di saat anda kekurangan Vitamin C maka luka pada bagian tubuh anda yang mana pun akan lama sembuh.

4. Sakit pada persendian
Persendian adalah bagian tubuh yang banyak terdapat jaringan tubuh yang berbentuk tisu, oleh karena itu, Vitamin C sangat berpengaruh pada bagian tubuh ini. Kekurangan Vitamin C dapat menyebabkan regenerasi sel pada persendian anda tidak berjalan dengan baik sehingga menyebabkan rasa sakit. Untuk keadaan yang lebih parah, dapat menyebabkan pembengkakan pada persendian.

5. Tulang yang lemah
Para peneliti menemukan bahwa proses pembentukan tulang sangat dipengaruhi oleh nutrisi Vitamin C, terutama pada anak-anak yang masih mengalami masa pertumbuhan. Kekurangan Vitamin C menyebabkan mudahnya tulang terkikis dan keropos.

6. Sistem imun melemah
Studi menunjukkan bahwa kandungan Vitamin C dalam sel imun membantu untuk mencegah infeksi dan menghancurkan penyakit yang disebabkan oleh patogen(kuman penyakit). Vitamin C sangat berhubung erat dengan sistem imunitas pada manusia.

7. Stamina dan Mood
Di saat tubuh anda kekurang akan Vitamin C tubuh anda akan mudah terasa lelah dan capek. Dan tentunya di saat anda merasa lelah akan sangant mempengaruhi mood atau suasana hati anda. Bahkan, hal ini juga sangat mempengaruhi tingkat stress anda.

Resiko Minuman Bersoda Bagi Kesehatan kita

Minuman bersoda adalah salah satu minuman yang saat nikmat untuk dikonsumsi bersama dengan makanan makanan berminyak atau di goreng. Minuman bersoda juga kerap dipilih saat kita berada didalam gedung bioskop. Rasa yang nikmat tersebut mengandung kafein dan alkohol meski dalam jumlah yang sedikit. Berikut ini beberapa masalah yang bisa ditimbulkan jika mengkonsumsi minuman bersoda secara berlebihan.

1. Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung
Minuman bersoda dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke jika dikonsumsi secara berlebihan sebab minuman bersoda dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

2. Minuman bersoda dapat menyebabkan obesitas
Minuman bersoda menganggung pemanis berlebihan yang dapat menyebabkan timbunan lemak penyebab obesitas. Ditambah dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan tidak sehat saat mengonsumsi minuman bersoda semakin memicu terjadinya obesitas pada seseorang.

3. Kerusakan gigi
Kerusakan gigi umunya disebabkan oleh konsumsi pemanis yang berlebihan serta tidak menjaga kesehatan mulut dan gigi. Kandungan pemanis yang tinggi pada minuman bersoda menjadikan minuman ini dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.

4. Meningkatkan risiko osteoporosis
Minuman bersoda mempunyai kandungan asam fosfat dan kafein yang dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tulang. Hal ini dapat menyebabkan penyakit osteoporosis pada seseorang yang mengonsumsi minuman bersoda tersebut secara berlebihan.

5. Minuman bersoda dapat membuat gula darah sulit dikontrol
Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya gula darah dalam tubuh. Hal yang perlu dihindari oleh seorang penderita diabetes adalah asupan gula yang tinggi salah satunya adalah minuman bersoda. Minuman bersoda mengandung pemanis yang tinggi dan dapat menyebabkan gula darah dalam tubuh